Berilah aku potongan-potongan besi’. Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: ‘Tiuplah (api itu)’. Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: ‘Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu’. Maka mereka (Ya’juj dan Ma’juj) tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melubanginya.” (QS. 18:96-97)

29.10.11

Profesi Wanita...??

Saatnya untuk bilang, bahwa emansipasi wanita di Indonesia sungguh bukan barang langka dan bukan baru sekarang. Meskipun kemudian yang dilakukan perempuan-perempuan berikut ini lebih kepada tuntutan untuk tetap hidup dan menafkahi keluarga mereka. Mereka sesungguhnya adalah perempuan-perempuan perkasa, mereka juga seorang ibu bagi anak-anaknya. Dan mereka tidak pernah terjebak untuk minta dikasihani apalagi untuk meminta-minta….
Mereka:

TUKANG BANGUNAN WANITA

Sebuah hal yang biasa di Bali, perempuan menjadi tukang bangunan. Sebab perempuan dinilai lebih rapi dan teliti dalam mengerjakan finishing sebuah bangunan, seperti mendempul dan mengecat.

TUKANG GALI PASIR WANITA

Demi upah Rp25 ribu per meter kubik pasir, sejumlah wanita rela berkutat sekitar 8 jam per hari menggali pasir di tengah Sungai Aek Doras, persisnya di kawasan Sibolga Julu Kota Sibolga. Kutu air dan rematik menjadi ancaman tak kasat mata, namun tidak dihiraukan demi nafkah keluarga.


TUKANG PECAH BATU WANITA

Wanita-wanita pemecah batu ini menjadi penopang utama ekonomi keluarga mereka. Seperti ditemui di Kampung Jugajembang, Desa Sukarksa, Kecamatan Sukajaya, Bogor.



hmm... so Sad... :'(

0 comments:

Posting Komentar